
Perempuan Merah, sebuah novel Isti Nugroho. Interlude 2026; viii+192' 13x19cm
Multitafsir itu juga dimungkinkan hadir di dalam meresepsi novel karya Isti Nugroho, Perempuan Merah. Kisah yang diangkat ke dalam novel ini memang terinspirasi dari dunia kenyataan, yaitu dinamika perubahan politik di Indonesia. Namun, novel ini tidak secara otomatis merepresentasikan realitas formal tersebut. Isti Nugroho telah melakukan penafsiran dan transformasi estetik terhadap realitas formal. Hasilnya adalah dunia estetik-naratif yang otonom. Lengkap dengan karakter tokoh, plot, konflik dan pandangan ideologis. Ada jarak yang terbentang antara dunia realitas formal dan dunia imajinasi novel. Jarak itu bisa disebut: jarak estetik, jarak politik, jarak geografis dan lainnya.