Sumpah Kabut Kota

Sumpah Kabut Kota  A. Junianto  Yogyakarta  Interlude  Cetakan I, Februari 2024 xii+86 hlm; 13 ×19,5 cm 

Kini waktu menggelindingkan lelaki itu ke kota lain, ke arah selatan. Kota di mana, lelaki itu seperti tumbuh kembali, memunculkan lagi tunas yang pernah mengerdil.Hanya saja, bak sebuah tanaman, tunas yang kini tumbuh, sudah tak lagi sama dengan tunas yang pernah tumbuh di kota sebelumnya. Mungkin karena kandungan hara di tanahnya berbeda, atau bisa juga karena kualitas hawa yang tak lagi sama. Di kotanya kini, ingatan-ingatan yang lama seperti tertumpang-tindih oleh ingatan-ingatan baru tentang kota yang juga sama sekali baru.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *