
Mata Takdir, kumpulan puisi cinta Rekki Zakkia. Interlude 2026; viii+46; 13xd19cm
bagi Rekki yang sudah penyair, peristiwa itu bukan lagi sesuatu yang membuatnya menjadi penyair dadakan. Rekki Zakkia telah dan sudah cukup lama bergalang gulung dengan cinta dan luka, yang baginya bukan lagi soal manusia dengan manusia. Maka ketika Rekki Zakkia sedang jatuh cinta, puisi yang lahir bukan lagi persoalan aku dan kekasih saja. Namun, menjelma ke cakrawala hidup yang luas. Yang menghidupkan banyak cinta tidak hanya untuk sesama.