
Yang Paling Dalam, yang Paling Diam; Kumpulamn Puisi Chris Triwarseno; INterlude 2026; 13x19cm, xiv+58hlm.
Puisi-puisi dalam buku ini tidak mengajak pembaca berdiri di jarak aman. Ia tidak memposisikan diri sebagai refleksi dari luar, apalagi sebagai suara yang lebih tahu. Chris Triwarseno menulis dari dalam situasi yang sudah kita kenal—ruang batin yang bising, rapuh, dan terlalu sadar diri. Sebuah ruang tempat pikiran terus bekerja bahkan ketika tubuh sudah ingin berhenti, tempat perasaan diberi nama dengan cepat agar bisa segera dilanjutkan ke hal lain.